Cerpen Rifi

“ifyyyyyyyyy!!!!” teriak shilla. Ify yang lagi melakukan pemanasan olahraga langsung menoleh.

“apa shil??” Tanya ify. Menghentikan aktifitasnya lalu berjalan kearah shilla. Wajah putih mulus shilla pucat. Dia engga sakit, tapi kayaknya dia bingung dan parno. Ada apasih ini sebenarnya??

Shilla menggigit gigit kuku lentiknya.”itu….apa namanya tuh. Itu lhooo..apa tuh namanya..itu eloooo…” kata shilla patah patah. Ify semakin bingung dan tidak mengerti. Dia segera menenangkan shilla dengan memegang kedua bahunya.

“apa sih shil, bilang yang bener apa, jangan patah patah begitu” sahut ify. Shilla menarik napasnya lalu menghembuskanya pelan.

“apa? Kasih tau gue pelan pelan”

“itu ada yang nyangkutin rok abu abu lo diatas tiang penyanggah speaker” kata shilla terengah engah. Ify melotot. Apa?! Rok abu abunya yang mau dia pakai, nyangkut di speaker? Ify melihat bawahan shilla. Udah pake rok abu abunya. Speaker mana? Speaker di sekolah ini kan banyak banget. Engga mungkin ify mengelilingi sekolah ini untuk melihat semua speakernya. Butuh waktu 2 jam baru dia bisa.

“rok gue disangkutin? Sama siapa? Tau dari mana?” Tanya ify..

“tuh!” shilla menunjuk ke sebuah speaker didepan ruang media center. Gila! Itu speaker paling tinggi disekolah ini. ify langsung mengurungkan niatnya untuk mengambil roknya.

“yaampun! Siapa sih yang ngelakuin ini! bener bener engga banget deh kelakuanya!” pekik ify. Dia langsung berlari kearah kelasnya. Shilla masih mematung ditempat. Setelah ify pergi, shilla berkelakuan normal lagi lalu tersenyum.

----
Ify berlari lari kecil menelusuri kolong koridor sekolah menuju ke kelasnya. Dia mendumel sedikit tentang roknya yang nyangkut dipenyanggah speaker. Siapa yang melakukan semua ini? iseng banget sih.

Ify masuk ke kelas dengan muka ditekuk tujuh. Dia langsung memandangi satu persatu teman sekelasnya. Ada cakka yang lagi main rubik dan duduk diatas mejanya. Tanpa baju seragam alias Cuma pakai kaos oblong dalemanya. Alvin yang lagi ngutek ngutek kipas angin sampai baling balingnya copot. Sivia lagi melipat baju olahraganya sambil memakai headset besarnya. Gabriel tidur diatas 4 meja yang dia satukan dan beberapa tas anak anak yang dia jadikan bantal. Dan, ehm? Kenapa tiba tiba ify menelan ludah ketika melihat orang ini. Rio, lagi membereskan alat tulisnya. Deg deg, tiba tiba jantung ify loncat loncatan lagi.

“ada yang bisa ambilin rok gue dipenyanggah speaker medcen??” Tanya ify. Semua yang ada dikelas mengalihkan perhatianya pada ify. Lalu meneruskan kegiatanya lagi. Ify kesal, dia dikacangin.

“halo, ada orang disini. Kalo ada jawab gue ya. Apa ada yang mau bantuin gue ambil rok??” ulang ify. Sayangnya, semua anak yang tersisa dikelas lebih memilih diam dan tidak merespek. Ify bertolak pinggang lalu mendengus kesal.

“makasih” sahutnya. Setelah itu balik keluar kelas.

“rok? kamu tiba tiba turun gitu dong? Balik ya. Aku kan ribet ngambil kamunya” gumam ify sambil mendongakan wajahnya keatas koridor medcen. Siapa tahu roknya turun sendiri.

Ify mengacak acak rambutnya. 20 menit dia keliling sekolah hanya untuk mencari cara agar rok abu abunya itu turun. Plise, ify butuh banget rok itu. Kalo engga, guru jam setelah ini akan menghukumnya. Dia baru ingat! Aihh, pak Dafidson guru IPA yang terkenal lembut tapi tegas dan killer yang akan mengajar dipelajaran selanjutnya. Bagaimana ini? apa yang harus ify lakukan untuk sekedar nge-les sama pak david? Uhh, hari yang menyebalkan.

“ahh, udahlah. Ganti bajunya aja dulu. Mudah mudahan pak david engga liat bawahan gue deh nanti. Amin” gumam ify. Dia kembali ke kelasnya lalu mengganti baju. Setelah itu membuka buku kimia yang dipelajari hari ini.

“udah turun rok-nya fy??” Tanya rio. Ify menelan ludahnya lagi lalu mendongak. Ada rio! Ya! Rio mengajak ify ngobrol. Mimpi apa ify semalam.

“belum yo. Gatau tuh yang nyangkutin rok gue iseng banget.” Jawab ify. Rio duduk berhadapan dengan ify.

“sahabat sahabat lo engga bantuin??” Tanya rio lagi. Ify tersenyum kecut lalu menggeleng.

“maksud lo sivia sama agni?? Mana mau mereka bantuin gue. Sibuk sama urusan sendiri sendiri” rio mengangguk tanda mengerti. Ify melanjutkan baca bukunya. Walaupun pandanganya terus menerus kewajah rio. Ganteng banget.

“fy, lo bawa laptop??” Tanya rio. Ify mengangguk.

“emangnya buat apa??”
“bawa aja. Buat iseng iseng browsing”

“ohh, eh fy. Gue balik ya. Semoga rok lo bisa keambil.” Ify mengangguk lalu melanjutkan bacanya lagi. Seharusnya, rio jangan mengatakan semoga rok lo bisa keambil. Tapi, semoga elo engga diomelin pak david.

Dibalik buku, ify tertawa sepuasnya. Terdengarnya sih seperti pekikan. Cuma, menurut ify itulah caranya mengapresiasikan kegembiraanya. Dia senang banget, gebetanya ngasih sinyal ke dia. Aaaaaaaa!! Bahagianya si ify. Pak Davidson masuk kekelas. Dia langsung duduk dibangkunya paling depan. Kemudian melirik kearah ify.

“ify! kamu bawa laptop??” Tanya pak david. Ify terkejut lalu melihat laptopnya. Tergeletak mengenaskan dibawah bangkunya. Masih dalam keadaan terbuka. Dia segera mengambil laptop itu dan mematikanya.

“i…iya pak” jawab ify gugup. Dia ingin memasukan lap top itu ke tas-nya namun dicegah sama pak david.

“kemarikan lap top kamu. Mau bapak razia” kata pak david. What!? Razia laptop? Berarti bakal laptopnya diudek udek+diobok obok dan dibuka buka dong sama pak david. Oh my god!?

“ayo sini fy” ify melirik sivia disebelahnya. Dia mengangkat bahu mengatakan kalau pasrah aja fy. Ify maju kedepan membawa laptopnya. Dia meletakkan laptop itu dimeja guru lalu menyalakanya. Dan, dia melupakan sesuatu saudara saudara.

“fy??” panggil pak david. “iya pak”

“kemana rok kamu??” ify melirik bawahanya. Damn! Lupa! Dia kan engga pake rok. Dia masih pake celana olahraga. Ify langsung memikirkan 1001 cara untuk ngeles sama pak david.

“em, basah pak” pak david mengernyitkan keningnya. Sivia dan agni ngakak sengakak ngakaknya mendengar penuturan ify. Darimana coba ify dapet kata basah itu.

“basah? Kenapa? Kayaknya tadi engga ujan deh”

“itu pak, tadi emang engga ujan. Basahnya waktu saya mau ganti baju di toilet. Trus rok-nya jatoh kedalem bak mandi. Gitu pak” balas ify sambil cengengesan. Dia mendengar teman temanya banyak yang ngikik.

“yasudah, sekarang kamu saya maafkan. Lain kali engga boleh. Nyalakan laptopnya??” tagih pak david. Ify mencelos.

“gue kira ini si bapak udah lupa sama laptop” batinya.

“laptop ada yang warnanya hijau pake bunga bunga gini ya fy??” Tanya pak david ga penting. Ify nyengir trus ngangguk.

“coba anak anak! Semuanya yang bawa laptop maju kedepan. Bawa laptop masing masing” perintah pak david. Ify berharap, ada salah satu dari teman sekelasnya ini maju kedepan untuk menemaninya., tapi sayangnya. Engga ada yang bawa laptop selain dirinya. Apes! Apes banget nasib ify hari ini.

“kamu duduk lagi gih fy” perintah pak david tanpa mengalihkan perhatianya pada laptop ify. Ify mengangguk lalu duduk ditempatnya. Melotot ke agni dan sivia yang masih ngakak. Seketika langsung pada diem dipelototin ify.

“huh! Hari ini bukan hari yang menyebalkan buat gue. Tapi hari yang paling paling menyebalkan!” gumam ify. Sivia dan agni hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“anak anak! Kerjakan latihan 8 bab 2 buku cetak kalian! Dikumpulkan hari ini” pak david memberikan tugas. Anak anak langsung mengeluarkan buku mereka dan mengerjakanya. Ify mencuri curi pandang kearah rio. Manis banget sih, batinya.

“arghhhhh! Malu banget gue sama rio ngeles kayak tadi” batin ify.

“fy! ify! sini!” panggil pak david membuyarkan lamunanya tentang rio.

“hadeh! Apalagi sih ni bapak manggil manggil mulu. Kangen sama saya pak? Bilang aja kali” batin ify kesal. Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah pak david.

“apa pak??”
“ini fy, semua folder dilaptop kamu sudah saya buka. Dan isinya ya gitu gitu aja. Engga ada yang eksotik. Sama kayak isi laptop anak bapak. Foto foto naris, lagu lagu, dan cerita seru seruan.”

Ify mendumel sendiri. Kenapa sih pak david harus selalu berbelit belit kalo mau ngomong? Ini orang pinter banget cari kata buat basa basi.

“tapi, ada satu folder yang saya engga bisa bukanya. Ini pakai password. Coba tolong dibuka” sambung pak david. Ify mendekatkan wajahnya kelayar laptop. Dibacanya folder itu, dan dia langsung mangap. Folder ini adalah folder tentang rio. Isinya itu Foto yang ify ambil diam diam saat rio sedang main basket dilapangan. Cerita perkembangan kedekatanya dengan rio. Sejarahnya rio. Biodata rio. Dan curhatanya tentang rio. Ahh! Bisa malu setengah mati dia sama pak david kalau tau semua rahasia ify. Apalagi ditambah pak david orangnya iseng dan jail. Kapan saja ify bisa digodain abis abisan sama dia. Ify harus bagaimana?

“eee, anu pak. Ini, apa namanya tuh. Jangan….”

“ada sesuatu yang berbau porno??” Tanya pak david. Ify langsung menggeleng.

“trus kenapa harus ditutupi dan engga boleh dibuka. Kalau engga ada apa apanya, boleh dong bapak lihat” sambung pak david. Ify melengos lalu mengangguk TERPAKSA! Ify langsung memasukan 23 kata sebagai paswordnya. RIOGANTENGIFYYANGPUNYA

“kebuka!” teriak pak david. Ify berlari kecil kebangkunya lalu menunduk. Dia sudah menebak apa yang akan pak david lakukan setelah melihat isi folder itu. Mengejeknya, menggodanya dan memanfaatinya. Pasti itu! Diam. Semuanya diam. Bahkan anak anak sekelas pun ikut diam. Ify memberanikan mendongak. Dia melihat pak Davidson lagi bengong didepan laptopnya. Anak sekelas pun dibuat bingung.

“kenapa fy? pak david ngeliat folder apaan ampe diem begitu??” Tanya agni. ify mengangkat bahu sambil menggeleng. Masa dia harus bilang ke sahabatnya kalau didalam folder yang pak david lihat semuanya tentang rio. Dia belum siap mengatakanya.

“kenapa pak, laptop ify? ada sesuatu yang berbau ‘mistik menyerukan’” sahut sion. Menaikan kedua ibu jari dan jari tengahnya sebatas telinga.

Pak david tertawa kecil lalu menggeleng sambil menutup laptop ify. “engga! Engga ada apa apa kok. Laptopnya ify bersih. Cuma ada sedikit sesuatu yang berbau ‘keamanan’ aja” balas pak david. Mengikuti sion saat mengatakan kata yang ada tanda petiknya.

Ify berdumel dalam nunduknya. Pasti pak david akan mengerjainya abis abisan. Uh! Ify ify, ceroboh banget sih lo. Ify mengambil laptopnya kedepan. Dia tersenyum gaje sama pak david. Pak david membalasnya lalu menunjuk kecil kearah rio yang lagi mengerjakan tugasnya. Dia memainkan matanya lalu dipicing picingkan. Pak Davidson! Menyebalkan!

“hehehe, jangan bilang siapa siapa ya pak. Cukup rahasia kita berlima” kata ify.

“berlima? Banyak banget fy. Kamu dihitung satu, saya dihitung empat begitu?? Memangnya badan saya kelihatan besar ya? Berat saya Cuma 75 kok. Sudah turun 2 kilo dari minggu lalu” cerocos pak david.

“bukan gitu pak, berlima itu. Saya, bapak, buku diary, laptop dan tuhan” balas ify. pak david tersenyum lalu mengangkat kedua ibu jarinya. Ify berbalik.

“rio….rio…..rio…. mata yang indah, rambutnya berantakan tapi keren. Manis pula. Love you” gumam pak david. Ify menghentakan kakinya pelan ke lantai. Mudah mudahan engga ada yang dengar guyolan pak david tadi. Itu sepenggal syair puisi ify yang dibuatnya untuk rio kemarin. Huh!

---
Pulang sekolah anak anak sekelas bubar. Mereka keluar kelas dengan terburu buru. Ada apa sih? Tapi toh ify engga ambil pusing. Dia terus memasukan barang barangnya kedalam tas. Setelah semuanya beres, dia melihat kelasnya. Yaampun, kosong. Engga ada siapa pun disini. Cuma dia aja. Ify berniat mau pulang. Tapi, ada segerombolan cewe cewe famous masuk kekelasnya. Ify was was. Ini, temen temenya rio, Gabriel, Alvin dan cakka.

Bentar, ify hapal dan tau mukanya. Ini angel, jadi leader. Sebelah kananya dea, sebelah kirinya zevana. Belakangnya Zahra sama oik. Mau apa sih mereka?

“eh ify??” kata angel. Ify mengangguk pelan. Dia berpikiran macam macam. Mau apa angel? Mau ngerampok gue? Apa nodong gue? Jangan jangan! Labrak! Ini genk kan suka banget sama yang namanya ngelabrak. Hobinya setiap minggu.

“lo engga boleh pulang sampe jam 4 sore!” sahut angel. Ify melihat jam tanganya. 13.20. maksudnya apa engga boleh pulang?

“maksudnya??”

“lo engga boleh pulang, sebelum lapangan basket sekolah bersih!” samber zevana. Ify melongo. Ngebersihin? Lapangan basket? Sekolah? Yang gede itu? Sendirian? Gila aja? Nangis deh gue.

“hah!? Ngapain? Kan ada mang atang” cela ify.

“sebagai hukuman buat elo soalnya engga masuk cheers minggu kemarin. Udah tau cheers harus rajin dan disiplin. Pake bolos. Engga ngasih tau gue lagi” sahut dea. Ify menelan ludah. Memang minggu kemarin dia bolos ekskul karena mamanya sakit. Dan dia lupa ngasih tau angel, si ketua ekskul cheers.

“nyokap gue kemarin sakit jel, sumpah. Beneran gue engga boong”

“engga ada bantah bantahan dan tolak tolakan. Harus mau!”

“iya iya. Gue ngebersiin lapangan demi menebus rasa bersalah gue sama cheers” balas ify. angel cs tersenyum.

“zeva! Dea! Jagain ni anak sampe kerjaanya kelar. Yang lainya, cabut” ajak angel. Semuanya mengangguk lalu meninggalkan ify.

---
Ify bertolak pinggang didepan lapangan basket. Capek, keringetan, bau semuanya ada di ify. seragamnya yang udah ancur (atas seragam osis bawahanya celana olahraga) dan dandananya lusuh jadi nilai min-nya dia saat ini. 2 ½ jam berlalu dan ify sudah menyelesaikan pekerjaanya dengan baik. Amat baik. Walaupun terpaksa.

Dia berjalan kedepan gerbang denagn lecek. Hari ini bener bener hari paling paling paling paling paling menyebalkan dalam hidupnya. Udah rok nyangsang engga tau kemana, dikacangin anak anak, laptop digerebek sama pak david, rahasia terbongkar, sampai engga boleh pulang karena disuruh ngebersihin lapangan basket yang segede gurun sahara (hahah, jujur. Ini lebay)

“udah selesai tugasnya??” angel menyegat ify didepan mobilnya. Ify memasukan barang barang lalu keluar lagi.

“udah jel, kalo engga percaya liat aja sana. Dea sama zevana masih disana kok” balas ify.

“bagus deh kalo kayak gitu. Sekali lagi lo bolos cheers, gue engga akan nanggung nanggung ngasih kerjaan buat lo. Bisa aja gue nyuruh lo bersihin taman belakang sekolah yang lebar itu. Mau??” ify menggeleng lemah.

“jel, kalo acha atau nova yang bolos cheers, gimana??” Tanya ify.

“ya engga gimana mana. Gapapa lah, siapa tau dia ada urusan penting” jawab angel.

“lo maafin dan engga disuruh bersihin apa apa??” angel mengangguk. Sembari mengamati kuku kukunya.

“kenapa gue engga lo maafin. Kenapa gue lo kasih kerjaan seabrek begitu. Padahal gue udah bilang kalo nyokap gue sakit??” angel melotot. Dia engga sadar tadi ify nanya apa.

“yah, biarin. Kan elo sama mereka beda” jawab angel.

“bedain gue sama yang lain? Apasih jel kelemahan gue sehingga gue harus dibedain sama lainya? Apa gue pernah nyela elo? Apa gue pernah musuhin elo? Atau gue pernah nyakitin elo? Engga kan” cerocos ify. angel bingung mau jawab apa.

“pokoknya kalo beda ya beda! Lo tuh beda fy!” teriak angel. Ify yang dibentak langsung nangis.

“mungkin, menurut lo gue beda dimata lo sama yang lainya. Tapi inget jel, tuhan engga pernah ngebedain umatnya dengan apapun” balas ify. Setelah itu dia membuka pintu mobilnya dan……..


“HAPPY BIRTHDAY IFY! HAPPY BIRTHDAY IFY! HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY IFY!” suara angel yang keren menarik perhatian ify. Dia langsung menoleh dan engga percaya sapa yang dia lihat.

“HAPPY BORNDAY IFY!” “HAPPY BIRTHDAY IFY!” ”SELAMAT ULANG TAHUN FY!” Teriak teman teman ify. Ada angel cs yang lainya. Agni, sivia, shilla, Gabriel, Alvin, cakka dan pak Davidson!

“gimana dikerjain abis abisan hari ini fy?? enak” Tanya Gabriel. Ify melengos.

“jadi, tadi semua itu kerjaan lo pada. Dasar ya!” ify menghapus air matanya lalu memukul Gabriel.

“ampun ampun! Ini tuh yang puny ide si……..” Gabriel memutuskan ucapanya.

“HAPPY BIRTHDAY FY, SEMOGA CITA CITA LO TERCAPAI DAN….TAMBAH CANTIK” kata seseorang dibelakang ify. ify berbalik lalu kaget dengan orang itu.

“rio??” gumamnya. Dia membawakan ify sebuah kue ulang tahun.

“yap! Gue! Tiup lilinya fy” ify tersenyum lalu meniup lilin yang berjumlah 17 itu.

“yeeeeeeeeeeeeee. Gue dapet puuuuu!!!” koor anak anak. Ify menggeleng sambil tertawa.

“love you” bisik rio. Ify terkejut.

“do you love me? Cause, I love you” sambung rio. Ify mengangguk.

“I do. I love you too” rio memeluk ify. anak anak yang lainya tambah riuh.

“engga ada rahasia lagi kan?” bisik seseorang. Ify berbalik badan lalu tersenyum.

“pak david! Asal jangan kasih tau puisi puisinya aja! Itu kacau pakk!” pak Davidson terkekeh.

“okedeh!”

Ify melihat teman temanya+pacar yang lagi bengong memerhatikan keakraban dia dan pak Davidson. Pak david melirik ify lalu mengedipkan sebelah matanya. Ify tersenyum dan menunjukan ibu jarinya.

“ada apa sih?” Tanya cakka.

“ada lah, mau tau aja. Rahasia saya dan ify” pak david merangkul ify.

“rahasia sih, rahasia pak. Jangan rangkul rangkulan bisa ga? Saya kan jeles” sahut rio. Ify melepaskan rangkulan pak david lalu menggandeng lengan rio.

“jangan jeles dong. Becanda kok” pak david terkekeh. Rio tersenyum.

“eh, ngomong ngomong pu sama pj jadi kan?”

Rio melirik ify. “jadi ga?”

Ify cengengesan lalu mengangkat bahu. Rio mengacak rambutnya. Siapa suruh jadian waktu tanggal muda

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Cerpen Rifi"

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Gue itu... -Galak -Judes -Buas -Jail -Gokil -Supel -Humoris -Phobia Jenazah -Suka Film" Animasi -Fanatik Idola cilik -Mania Bola -Selalu bawa Rubiks kemana-mana (masa kecil yg kurang bahagia) Udah deh itu ajjah!!!!